Dupont Lover – Sejarah 1941, korek api ST Dupont telah menjadi simbol kemewahan dan keanggunan, bukan hanya alat untuk menyalakan api. Kisah di balik ikon ini dimulai dari Simon Tissot-Dupont yang mendirikan perusahaan koper dan tas mewah di Paris pada tahun 1872. Pada masa itu, koper buatannya sangat diminati oleh kalangan aristokrat dan elit Eropa.
Saat Perang Dunia II pecah, pasokan bahan baku untuk koper menjadi langka. S.T. Dupont harus mencari cara lain untuk mempertahankan bisnisnya. Pada saat itulah mereka beralih fokus ke produksi aksesori pribadi yang lebih kecil, salah satunya adalah korek api. S.T. Dupont kemudian menciptakan korek api saku yang terbuat dari bahan-bahan berkualitas tinggi, seperti perak dan emas. Desainnya yang elegan dan fungsional dengan ciri khas bunyi ‘ping’ saat dibuka, membuatnya langsung menjadi sorotan.
Bunyi ‘ping’ ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari ketelitian dan presisi dalam perakitan. Suara itu menjadi “tanda tangan” yang membedakan S.T. Dupont dari korek api lainnya.
Selama bertahun-tahun, S.T. Dupont terus berinovasi dan meluncurkan berbagai lini produk yang melegenda, seperti:
Hingga hari ini, setiap korek api S.T. Dupont dibuat dengan tangan oleh pengrajin ahli di pabrik mereka di Faverges, Prancis. Proses produksinya bisa memakan waktu hingga beberapa bulan, memastikan kualitas yang tak tertandingi.
Baca juga: “Evolusi Tato: Dari Budaya Tradisional ke Populer“
Sejarah Korek api ST Dupont bukan hanya produk, melainkan sebuah warisan. Ia menceritakan kisah tentang keahlian, ketahanan, dan dedikasi. Memiliki korek api ini bukan hanya soal menyalakan rokok, tetapi juga tentang menghargai seni dan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Ia adalah simbol dari gaya hidup yang menghargai kualitas, keindahan, dan keunikan.
S.T. Dupont telah berhasil mengubah objek sehari-hari menjadi sebuah mahakarya yang dicari oleh kolektor dan pecinta barang mewah di seluruh dunia.